
Bagi para pesakitan, waktu adalah musuh yang mereka tipu saban hari dengan harapan. Namun, di sana, di balik jeruji yang dingin itu,
waktu menjadi paduka raja, tak pernah terkalahkan. Bagi para politisi dan olahragawan, waktu adalah kesempatan yang singkat, brutal, dan
mahal.
masa, maju atau mundur. Bagi mereka yang terbaring sakit, tergolek lemah tanpa harapan, waktu mereka panggil - panggil, tak datang -
datang.
Bagi para petani, waktu menjadi tiran. Padanya mereka tunduk patuh. Kapan menanam, kapan menyiram, dan kapan memanen adalah titah dari
sang waktu yang sombong. Tak bisa diajak berunding. Tak mempan disogok.
Bagi yang tengah jatuh cinta, waktu mengisi relung dada mereka dengan kegembiraan, sekaligus kecemasan. Karena teristimewa untuk cinta,
waktu menjelma menjadi jerat. Semakin cinta melekat, semakin kuat waktu menjerat. Jika cinta yang lama itu menukik, jerat itu mencekik.
-- Hirata, Andrea. Padang Bulan, Mozaik 16 -Waktu.
akhirnya ada juga temen ilkomerz yg maen k blog gw... Seharusnya lw dapet award guh.. Wkwkwk
ReplyDeleteTime is running Out, time is so arrogant, ga mau nungguin kita klo bangun kesiangan... Wkwkwk
Guh blog lw yg ini kan, yg lama ga kpake kan???
Nb: pesan sponsor nih:
Think before u Post, be a healty n smart Blogger.
Best Regards,
http://titopoenyacrita.blogspot.com
It is easier to get than to keep it.............................................................
ReplyDeleteNo one knows the weight of anothers burden. ............................................................
ReplyDelete